Misteri Patung yang Menghadap Tembok di Solo

Patung orang yang membawa obor di Solo ini memang lain dari yang lain. Patung ini berdiri menghadap ke tembok. Tidak seperti biasanya patung yang berdiri menghadap tempat yang lapang. Bagaimana ceritanya patung yang menghadap ke tembok ini?

Patung yang Menghadap Tembok

Patung orang yang membawa obor ini bisa kita jumpai di depan GOR Manahan, Solo. Apa bila kita lewat jalan Adisucipto ke arah barat, setelah melewati Stadion Manahan kita belok ke kiri. Jangan naik ke jalan layang. Pas di tikungan bisa kita lihat patung yang menghadap tembok tersebut. Berdiri di sebelah kanan tikungan.

Anehnya patung ini berdiri menghadap ke tembok. Membelakangi keramaian orang lewat. Patung orang yang membawa obor berdiri membelakangi orang lewat ini seolah-olah merupakan satire bagi kondisi sekarang, bahwa semangat yang menyala-nyala itu sekarang sudah padam.

Sayangnya bukan seperti itu yang terjadi. Patung itu dulunya tidak dibangun menghadap tembok. Perkembangan jamanlah yang membuatnya menjadi demikian.

Semangat yang Ditelan Pembangunan

Dulu, dekade 80-an patung itu dibangun dengan lambang “Bentoel” menempel di tugu segi tiga tempat patung itu berdiri. Karena itulah beberapa orang menyebutnya “tugu Bentoel”.

Patung itu berwujud seorang laki-laki yang membawa obor. Melambangkan semangat yang menyala. Menghadap ke arah selatan. Ke arah Stadion Sriwedari. Tempat bersejarah, di mana Pekan Olahraga Nasional I diselenggarakan.

Patung Pembawa Obor di masa lalu
Sumber foto: solo.tribunnews.com

Patung yang membawa obor melambangkan orang yang membawa semangat. Menghadap ke Stadion Sriwedari, monumen sportifitas yang bersejarah di Indonesia. Berdiri di sudut simpang Gelora Manahan. Lengkap sudah kombinasi monumen ini melambangkan semangat yang menggelora dan sportifitas.

Waktu berjalan. Lalu-lintas bertumbuh. Simpang ini menjadi salah satu simpang terpadat di kota Solo. Untuk mengatasi kemacetan tersebut dibangunlah jalan layang. Patung pembawa obor itu lolos tidak termakan jalan layang. Simpang jalan layang itu hanya melewati samping dan depan patung. Jadilah patung itu sekarang menghadap tembok. Tembok jalan layang.

Misteri patung yang menghadap tembok

Memang terlihat masih ada upaya untuk mempertahankan tema semangat dan sportifitas patung itu. Tembok jalan layang itu digambari dengan tema senada. Gambar atlit-atlit yang melambangkan sportifitas dan obor yang melambangkan semangat. Sayangnya patung itu tetap menghadap tembok. Hal itu seolah mengisyaratkan semangat yang dilambangkan dengan obor yang dibawa patung itu sudah membentur pembangunan.

(/na)

Baca juga:

Tanda alam tentang tradisi salam tempel 

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *