Wat adalah istilah untuk wihara dalam bahasa Thai. Bahasa inggris menerjemahkannya temple, yang dalam bahasa indonesia berarti candi. Terminologi ini berbeda dengan di indonesia yang membedakan antara candi dengan wihara. Hal ini mungkin disebabkan karena tidak ada candi (batu) di Thailand sehingga mereka tidak membuat pembedaan. Wat Prathat terletak di atas pegunungan Doi Suthep, Chiang Mai. Oleh karena itu dikenal dengan nama Wat Prathat Doi Suthep.
Wat Prathat adalah salah satu wat terbesar di Chiang Mai dengan patung Budha raksasa yang duduk sendirian di bawah rindangnya pohon di sebelah kiri pintu gerbang.
Wat di Atas Bukit yang Aktif
Sebagaimana wat di seluruh Thailand pada umumnya, Wat Prathat adalah wihara yang aktif dengan santri-santri biksu yang belajar budhisme dan umat yang datang untuk bersembahyang ataupun wisatawan yang ingin melihat-lihat.
Letaknya yang di atas pegunungan menjadikannya ideal untuk mengejawantahkan filsafat budhisme ke dalam bentuk fisik arsitektur wat. Diawali dengan anak tangga yang tinggi menjulang dengan dijaga oleh sepasang naga berkepala tuju. Ornamen naga berkepala tuju ini merupakan ornamen yang tidak dijumpai di wat-wat yang dibangun di tanah datar.
Dengan tipak-tipak anak tangga yang panjang, Wat Prathat seolah menyisakan sedikit ruang untuk masyarakat sekitar mengais rejeki dengan berjualan cinderamata ataupun bunga untuk upacara persembahan.
Di ujung anak tangga, di depan pintu masuk wat dijaga oleh sepasang patung singha. Sepasang patung singha ini menjadi cirikhas umum yang menghiasi pintu masuk setiap wat di Thailand.
Dan sepasang patung raksasa (buto) di dalam gardu jaga yang diselimuti kain berwarna merah muda supaya tidak masuk angin.
Obyek di Halaman Utama Wat
Wat Prathat adalah salah satu wat yang populer dengan legenda gajah putih yang berada di balik pembangunannya. Patung gajah putih ini berdiri tak kenal lelah di sisi kiri pintu masuk bangunan utama di dalam halaman wat.
Di sekeliling bangunan utama terdapat bermacam tempat persembahan. Di antaranya adalah patung seorang dewi yang tidak banyak disembah orang karena yang beginian ini banyak di pinggir-pinggiran jalan dan di depan-depan gedung.
Terdapat juga 3 deretan lonceng besar tempat orang-orang membangunkan para dewa untuk mendengarkan doa mereka dan mengabulkannya.
Ada juga pohon uang, tempat para pendoa menyamatkan uang kertas mereka untuk setiap doa yang dipanjatkan.
Di halaman utama Wat Prathat ini terdapat juga bukti adanya pengaruh hindu dalam ajaran Budha di Thailan, yaitu berdirinya patung Ganesha di sebelah patung Budha di mana orang-orang mengguyurnya dengan air sebagai simbol untuk membersihkan diri.
Di belakangnya duduk sendirian patung Budha yang jarang disamperi pengunjung karena yang beginian juga banyak di pinggiran jalan dan di depan-depan gedung.
*bersambung ke:
Wat Prathat Doi Sutep #2
Wat Prathat Doi Suthep #3